1. OAI Untuk Pemula : Gambaran
1.1 Bagaimana Menggunakan Tutorial Ini
1.2 Konsep dasar dan fitur OAI
1.3 Tujuh definisi kunci
1.4 Sumber informasi lebih lanjut
1.5 Pertanyaan
1.1 Bagaimana Menggunakan Tutorial Ini
Tutorial ini ditujukan bagi mereka yang tertarik dengan aspek teknis OAI-PMH lebih mendalam. Adapun gambaran, sejarah dan perkembangan OAI-PMH serta glosari, telah mencukupi bagi mereka yang hanya membutuhkan informasi OAI-PMH secara umum. Setiap bagian materi berhubungan dengan bagian sebelumnya, sehingga cara yang baik untuk mempelajarinya adalah dengan berurutan dan sesekali merujuk pada glosari. Sebagai tambahan, pada glosari anda akan menemukan definisi dari istilah-istilah yang terdapat pada tiap bagian materi. Kemudian di setiap akhir bagian akan anda temukan quiz untuk mengetahui sejauh mana anda menguasai materi.
Bab Overview (gambaran) mengenalkan pada anda tentang konsep dasar OAI dan OAI-PMH. Gunakan bagian ini untuk mendapatkan informasi tentang apa itu OAI, serta apa yang disediakan dan tidak disediakan olehnya. Bab Sejarah dan Perkembangan menceritakan tentang munculnya OAI, kemudian bagaimana OAI berkembang dari beberapa ide awal, dan mendiskusikan beberapa problem untuk mencari pemecahannya. Bab ini juga membahas perkembangan protokol (termasuk usul pengembangan, sasaran serta komponen teknis) dari konvensi Santa Fe sejak OAI-PMH v.1.0/1.1, sampai OAI-PMH v.2.0.
Selain kedua bab di atas, tutorial ini berisi materi teknis. Bab Ide Teknis Utama OAI-PMH menjelaskan detail beberapa elemen teknis utama protokol. Bab Implementasi OAI-PMH menjelaskan garis besar implementasi Data Provider dan Data Service, termasuk beberapa langkah yang diperlukan untuk implementasi lokal, beberapa contoh yang tersedia, dan tool yang bisa digunakan untuk implementasi. Bab Skema XML dan Format Rekord memberi gambaran implementasi kumpulan metadata Data Provider, termasuk bahasan XML dan bagaimana XML bisa mendukung berbagai format record.
1.2 Konsep Dasar Dan Fitur OAI
1.2.1 Open Archieve Initiative (OAI)
Inti dari pendekatan Open Archieve adalah untuk memungkinkan akses materi web melalui repositori yang bisa dioperasikan untuk sharing metadata, publikasi dan pengarsipan. Ide awal Open Archive muncul dari komunitas e-print (dokumen pracetak) yang dalam perkembangannya membutuhkan sebuah solusi dengan kendala seminimal mungkin untuk akses antar repositori yang heterogen. Pada awalnya OAI mengembangkan dan mempromosikan framework interoperabilitas yang minim kendala serta standartnya untuk meningkatkan akses ke arsip e-print, tetapi sekarang telah berkembang ke materi digital yang lain. Sebagaimana statemen misi OAI “OAI mengembangkan dan mempromosikan standar interoperbilitas yang bertujuan untuk memfasilitasi penyebaran konten secara efektif”.
Banyak komunitas yang mulai atau berpotensi mendapatkan keuntungan dari pendekatan open archieve. Perkembangan internet dan materi dalam format digital menyebabkan bertambahnya pelanggan informasi dari banyak repositori (layanan data). Materi bisa diakses secara lebih luas serta diekploitasi untuk tujuan yang berbeda dari tujuan aslinya. Terlebih lagi, kemampuan untuk mengakses banyak repositori sekaligus, memungkinkan terbentuknya layanan yang lebih baik sesuai kebutuhan user. Keuntungan lainnya adalah potensi untuk menghemat biaya pada model baru dari proses komunikasi ilmiah yang bisa didukung dengan pendekatan ini.
Sebagai sebuah organisasi, OAI mempunyai eksekutif manajemen, steering dan teknikal komite untuk mengambil kebijakan dan melakukan evaluasi pengembangan protokol OAI. Sebagai penyandang dana OAI adalah Digital Library Federation (DLF), Coalition for Networked Information (CNI) serta National Science Foundation (NSF). Meskipun eksekutif dan penyandang berasal dari USA, tetapi kesuksesan OAI berakar kuat dari komunitas di seluruh dunia yang turut berpartisipasi terutama dari kawasan Eropa dan Amerika Utara. Sekarang, ketika sudah ada protokol versi kedua yang berkembang dengan baik dan stabil, kebutuhan kontrol pada segelintir orang menjadi kurang penting. Hal itu mengingat stabilitas dan otoritas kontrol yang diberikan oleh badan standarisasi seperti ISO, dan ini mungkin telah dibahas di lembaga OAI.
1.2.2 OAI Protocol for Metadata Harvesting (Protokol OAI untuk Mengunduh Metadata)
OAI Protocol for Metadata Harvesting (OAI-PMH) mendefinisikan mekanisme untuk mengambil rekord yang berisi metadata dari repositori. OAI-PMH memberikan teknik yang simpel bagi Data Provider untuk membuat metadata mereka tersedia untuk service dengan menggunakan standart HTTP (Hypertext Transport Protocol) dan XML (eXtensible Markup Language). Metadata yang bisa diambil, bisa dalam berbagai format yang telah disepakati oleh komunitas (atau oleh penyedia data dan service yang berlainan) asalkan memenuhi sarat dublin core yang telah ditentukan untuk menyediakan level dasar interoperbilitas. Dengan begitu, metadata dari berbagai sumber bisa dikumpulkan dalam satu database dan layanan bisa disediakan berdasarkan data yang telah terkumpul jadi satu ini. Link antara metadata ini dan konten terkait tidak didefinisikan oleh protokol OAI. Penting untuk diperhatikan, bahwa OAI-PMH tidak menyediakan pencarian melalui data ini, tetapi OAI membuat data ini bisa dikumpulkan pada satu tempat. Untuk menyediakan layanan, pendekatan harvesting harus dikombinasikan dengan mekanisme yang lain.
Banyak harapan yang timbul dari penggunaan protokol OAI. Dukungan untuk cara baru komunikasi ilmiah adalah salah satu keuntungan yang paling sering dipublikasikan (dengan penggunaan OAI akan lebih mudah sharing hasil penelitian, kajian serta publikasi ilmiah – pen). Mungkin tujuan yang paling mudah dicapai adalah menampakkan sumber daya-sumber daya yang tersembunyi dan interoperablitas yang rendah biaya. Meskipun OAI-PMH secara teknis sangat simpel, tetapi membangun layanan yang koheren (saling berkaitan) sesuai kebutuhan user adalah perkara yang kompleks. OAI-PMH bisa menjadi bagian dari infrastuktur web (digunakan sebagai http protokol) jika kombinasinya yang relatif sederhana dan terbukti sukses pada layanan konteks mengarah pada pemanfaatan secara luas oleh organisasi penelitian, penerbitan dan “memory organization”.