Implementasi OAI-PMH

Daftar Isi :

  • Umum : Pertanyaan Pertama
  • Umum : Format Metadata
  • Umum : Set
  • Umum : Struktur Organisasi
  • Umum : Tool yang Digunakan untuk Implementasi OAI-PMH
  • Data Provider : Prasarat
  • Data Provider : Komponen dan Arsitektur
  • Data Provider : Contoh Diagram Alir
  • Data Provider : Penerusan Token
  • Data Provider : Penerusan Token dan Perubahan Database
  • Data Provider : Representasi Data
  • Data Provider : Kompresi
  • Data Provider : Uji Coba
  • Data Provider : Registrasi
  • Service Provider : Prasarat
  • Service Provider : Komponen dan Arsitektur
  • Service Provider : Penerusan Token
  • Service Provider : Tes dan Registrasi
  • Tujuh Definisi Tombol
  • Sumber Informasi Lebih Lanjut

4.1 Umum : Pertanyaan Pertama

Sebelum menerapakan OAI, anda harus mempertimbangkan beberapa tujuan organisasi yang akan berpengaruh pada implementasi.

Data Provider

  • Data mana yang akan saya sediakan ?
  • Service Provider mana yang akan saya sediakan data ?

Service Provider

  • Bentuk service atau layanan mana yang akan saya sediakan, dan kepada siapa ?
  • Dari Data Provider mana saya mendapatkan metadata ?
  • Dengan cara apa metadata akan diproses untuk mendukung keperluan layanan?

Data Provider & Service Provider

Aspek mana yang saya setujui terkait Data Provider dan Service Provider ?

  • Frekuensi Update ?
  • Format Metadata ?
  • Aturan-aturan ?
  • Skema subjek ?
  • Penggunaan yang bisa diterima ?

4.2  Umum : Format Metadata

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, Dublin Core (yang telah memenuhi sarat), merupakan format metadata yang dibutuhkan sebagai dasar interoperabilitas. Meskipun begitu, dalam beberapa subjek dan komunitas tertentu spesifikasi metadata lain juga diperlukan. Penting kiranya untuk mendeskripsikan resource yang memiliki struktur kompleks dengan cara khusus, sebagaimana kasus pada komunitas arsip. Apapun format metadata yang dipilih, harus ada kesepakatan antara Data Provider dan Service Provider tentang penggunaannya, selain itu definisi skema XML harus tersedia bagi publik untuk validasi. Prosedur untuk mendefinisikan skema XML akan dijelaskan pada bagian akhir tutorial ini. Skema XML OAI Dublin Core telah tersedia. Sebagai tambahan, skema XML lain bisa anda temukan di tempat yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Catatan : Pada saat persiapan tutorial ini, diskusi mengenai kemungkinan berubahnya status DC dari “wajib” menjadi “rekomendasi” telah dimulai. Silakan kunjungi website resmi OAI-PMH.

4.3  Umum : Set

Adanya dukungan set tidak wajib dalam OAI. Meskipun begitu, adanya set merupakan hal yang penting untuk mendukung penyediaan layanan khusus yang didasarkan pada harvest metadata secara selektif. Set mendefinisikan kelompok metadata dalam repositori, dan metadata bisa dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri yang memudahkan pemilihan untuk harvest metadata. Contoh set yang telah didefinisikan di dalam organisasi dan komunitas, mencakup hal-hal yang disasarkan pada jurnal atau judul seri, klasifikasi subjek atau kategori, koleksi (berdasarkan topik atau disiplin), tipe sumber dan hasil kerja penulis. Satu record metadata mungkin termasuk dalam satu set, lebih dari satu atau tidak sama sekali. Sebuah repositori memungkinkan untuk mendukung beberapa set yang didasarkan pada berbagai definisi grup selama hal itu berguna.

Set OAI bisa berbentuk hirarki. Pada kasus ini, child set yang diambil merupakan bagian dari parent set. Maksud atau tujuan hirarki set tidak didefinisikan dalam protokol ini. Definisi set atau hirarki set bisa dimasukkan dalam internal repositori, tetapi biasanya hal ini ditentukan sesuai kesepakatan antar Dta Provider atau antar Data Provider dan Service Provider.

Sejarah Dan Perkembangan OAI-PMH

Bahasan pada bab ini meliputi :

  • Akar OAI-PMH
  • Pertemuan Santa Fe
  • Tantangan Dan Solusi Yang Diusulkan
  • Muculnya Protokol OAI
  • Sejarah Versi OAI
  • Penyebaran Yang Fleksibel
  • Ringkasan
  • Tujuh Definisi Kunci
  • Sumber Informasi Lanjut

3.1 Akar OAI-PMH

Akar OAI-PMH bermula dari pengembangan repositori e-print (karena itulah disebut arsip). Repositori e-print didirikan dengan tujuan mengkomunikasikan hasil penelitian ilmiah sebelum direview dan publikasikan. Repositori e-print yang pertama adalah xxx kemudian berubah menjadi arXiv yang memuat hasil penelitian  fisika energi tinggi pada tahun1991 kemudian dalam perkembangannya ditambah bidang matematika, ilmu-ilmu non-linear dan ilmu komputer. Selain itu ada CogPrints yang memuat bidang psikologi, linguistik dan neuroscience. Jaringan perpustakaan ilmu komputer atau Networked Computer Science Technical Reference Library (NCSTRL) menyediakan akses ke laporan ilmiah di bidang ilmu komputer yang disimpan di xxx atau repositori dari departemen-departemen yang bekerja sama dalam penelitian. Ada juga RePec yang menyediakan tempat untuk menampung paper di bidang Ekonomi atau EconWPA di Washington University. Sebagai tambahan Networked Digital Library of Theses and Dissertations (NDLTD) juga membangun sebuah perpustakaan digital yang berisi thesis dan disertasi yang ditulis oleh para mahasiswa.

Mekanisme pengisian repositori ini pada keseluruhan kasus diisi sendiri oleh si penulis. (Pada OAI yang disebut e-print adalah penulis yang mengarsipkan dokumennya). Tdengan memanfaatkan web, orang-orang bisa berinteraksi dengan repositori ini dan mendapatkan bantuan yang disediakan. Tiap repositori memiliki interface web yang berbeda-beda sesuai tujuan mereka, sehingga pengguna akhir mau tidak mau harus mengenal bermacam-macam interface tersebut untuk mendapatkan bantuan dari repositori yang berbeda-beda. Contoh satu kasus, RePec menggunakan protokol Guildford  sedangkan NCSTRL menggunakan protokol Dienst. Kedua protokol ini memberikan banyak layanan pada pengguna akhir termasuk pencarian lintas repositori pada masing-masin grup. NDLTD membuat alur kerja untuk pengiriman materi dan mengembangkan XML DTD (Document Type Description) untuk ETD (electronic thesis and disertation) pada perpustakaan digital mereka. Bagaimanapun, dari protokol-protokol ini hanya sedikit atau bahkan tidak ada yang mendukung sharing metadata antar lingkungan yang berbeda, dan belum ada inisiatif untuk membuat komunikasi ilmiah. Para tokoh kunci dalam hal ini melihat adanya interoperabilitas antar repositori menjadi sangat penting untuk ditangani komunitas e-print.

3.2 Pertemuan Santa Fe

.. dampak bersama dan masa depan inisiatif ini secara substansial akan lebih tinggi  jika interoperabilitas antara mereka [arsip e-print] dapat dibentuk  ..
(Ginsparg, Luce, Van de Sompel, UPS Call, July 1999)

Dua masalah utama dalam hal interoperabilitas yang bias merusak arsip e-print adalah :

  1. Pengguna dihadapkan pada berbagai interface yang berbeda sehingga menyulitkan penelusuran
  2. Tidak adanya solusi berbasis mesin (bukan dilakukan manual oleh manusia) dalam hal sharing metadata.

Solusi yang sedang dikembangkan, mencakup pencarian lintas arsip (di satu sisi) dan pengambilan metada (di sisi lain) dengan tujuan menyediakan layanan pencarian terpusat. Pada bulan Juli 1999 Paul Ginsparg, Rick Luce, dan Herbert Van de Sompel dari Los Alamos National Laboratory mengundang beberapa ahli teknis untuk menghadiri pertemuan Santa Fe di New Mexico pada bulan Oktober tahun yang sama. Saat itu Ginsparg merupakan anggota arXiv, sedangkan Van de Sompel memiliki koneksi dengan Universitas Ghent. Mereka mengusulkan pembentukan sebuah layanan universal bagi penulis untuk mengarsipkan sendiri literatur ilmiah (Universal Preprint Service, or UPS). UPS akan menjadi landasan untuk informasi ilmiah serta bersifat gratis sehingga hal ini akan menumbuh-suburkan service atau layanan lain baik yang bersifat gratis maupun komersil. Langkah pertama yang dikerjakan adalah membuat sebuah teknologi interoperabilitas dan kerangka kerja untuk penyebaran e-print. Hal ini telah diumumkan kepada khalayak umum dengan judul “Open Archieve Initiative bertujuan memberikan solusi bagi para penulis untuk mengarsipkan dokumen secara mandiri”.

Tujuan dari pertemuan Santa Fe adalah untuk mendiskusikan masalah interoperabilitas, kesepakatan untuk mewujudkan prototipe layanan perpustakaan digital berdasarkan repositori e-print yang ada, dan mendirikan sebuah forum yang secara kontinu membahas masalah interoperabilitas terkait solusi pengarsipan secara mandiri. Sebagai persiapan pertemuan tersebut, beberapa pekerjaan mendasar dilakukan. Van de Sompel memulia sebuah projek yang mensimulasikan beberapa aspek interoperabilitas distribusi arsip e-print. Thomas Krichel (University of Surrey & RePEc) melakukan percobaan dengan mengkonversi data dari inisiatif e-print yang ada ke format metadata ReDif yang digunakan di RePec. Michael Nelson (NASA Langley) mengambil beberapa data dan menggunakannya untuk menciptakan berbagai arsitektur arsip sebanyak konsep Smart Object Dumb Archives miliknya. Data yang digunakan berasal dari beberapa sumber termasuk CogPrints, NASA, NCSTRL, RePEc dan xxx. Tujuan dari pekerjaan ini bukan untuk membuat rumusan arsitektur UPS, tetapi lebih untuk memfasilitasi diskusi mengenai UPS pada pertemuan bulan Oktober nantinya.

3.3 Tantangan Dan Solusi Yang Diusulkan

Pencarian silang atau harvest (mengambil metadata)

Penentuan arah pengembangan rancangan framework UPS merupakan isu utama dalam perptemuan pertama ini. Dua pendekatan yang dimungkinkan adalah pencarian lintas arsip yang didasarkan pada protokol seperti Z39.50, atau cara lain adalah mengumpulkan metadata dari berbagai repositori e-print ke dalam satu atau lebih pusat layanan sehingga lebih memudahkan pengguna.

Berdasar pengalaman perpustakaan digital selama ini, pencarian lintas repositori atau pencarian silang memiliki kinerja yang buruk. Sebagai contoh yang terjadi pada NCSTRL, ketika data didistribusikan pada sekelompok kecil node, pencarian masih berjalan normal. Tetapi ketika node mencapai 100 atau lebih, pencarian menjadi sangat lambat. Begitu pula yang terjadi di Resource Discovery Network (RDN) United Kingdom. Bahkan pencarian silang yang hanya melibatkan 5 gateway saja, sudah amat buruk kinerjanya.

1.3 Tujuh Definisi Kunci

  • Open Archieve Initiative (OAI)

OAI adalah sebuah inisiatif untuk mengembangkan dan mempromosikan standart interoperabilitas yang bertujuan untuk memfasilitasi penyebaran konten agar lebih efisien.

  • Archieve

Istilah “archieve” pada Open Archieve Initiative menunjukkan asal mula OAI pada komunitas pra-cetak (e-print). Archieve juga bisa dikatakan sinonim dari repositori naskah ilmiah pelajar/mahasiswa. Orang yang bergerak di bidang pengarsipan memiliki kewenangan untuk mencatat definisi sebuah arsip pada domain mereka dengan tujuan pelestarian data dalam jangka waktu yang lama serta sesuai perundang-undangan dan kebijakan institusional. Penggunaan istilah arsip di sini dalam arti luas berarti sebuah repositori (tempat menyimpan) kumpulan informasi. Bahasa dan istilah yang digunakan di sini tidak ambigu dan kontroversial. OAI juga menghormati keikutsertaan komunitas pengarsipan dalam penggunaan arsip secara lebih luas.

(Definisi OAI dikutip dari FAQ website OAI)

  • OAI Protocol for Metadata Harvesting

OAI-PMH adalah sebuah harvesting protokol (protokol pemungut/pangambil metadata) yang digunakan untuk berbagi metadata antar layanan.

  • Protokol

Protokol adalah sekumpulan aturan yang mendefinisikan komunikasi antar sistem. FTP (File Transfer Protocol) dan HTTP (Hypertext Transport Protocol) adalah contoh protokollain yang digunakan untuk komunikasi sistem pada jaringan internet.

  • Harvesting

Pada konteks OAI, harvesting (memanen) berarti mengumpulkan metadata dari berbagai repositori dalam satu wadah atau tempat penampung data.

  • Data Provider

Data Provider mengurus satu atau lebih repositori yang menggunakan OAI sebagai alat untuk ekspos metadata.

(Definisi OAI dikutip dari FAQ website OAI)

  • Service Provider

Service Provider mengirim permintaan kepada Data Provider dan menggunakan XML sebagai dasar layanan yang memiliki nilai tambah.

(Definisi OAI dikutip dari FAQ website OAI)

Service Provider di sini mengharvest (mengambil) metadata yang ditampilkan oleh Data Provider.

1.4 Sumber Informasi Lebih Lanjut

Untuk tutorial lainnya anda bisa peroleh dari alamat berikut :

1.5 Kuis

Jawab dan tandai setiap pertanyaan yang disajikan. Umpan balik tersedia untuk setip jawaban yang telah ditandai. Setiap pertanyaan yang anda tandai, anda akan mendapatkan penjelasan dari jawaban tersebut. Setelah anda menyelesaikannya, silakan cek pertanyaan-pertanyaan yang telah anda jawab. Pertanyaan yang telah anda jawab hanya tersedia untuk anda, dalam artian tidak akan disimpan begitu anda meninggalkan halaman ini.

  1. Apa itu OAI ?

a)      OAI adalah sebuah inisiatif untuk menyediakan layanan akses terbuka untuk hasil penelitian ilmiah

b)      OAI adalah sebuah inisiatif yang mendukung arsip untuk pengawetan dan pengaksesan data digital

c)       OAI adalah sebuah inisiatif untuk mengembangkan dan mempromosikan standar interoperabilitas yang bertujuan untuk memfasilitasi penyebaran konten secara efisien.

  1. Apa itu OAI-PMH ?

a)      OAI-PMH adalah sebuah protokol untuk sharing metadata.

b)      OAI-PMH adalah protokol dengan hambatan kecil untuk pencarian lintas repositori dan mengambil resource dari repositori-repositori tersebut.

  1. Apakah sumber utama mengenai informasi teknis tentang OaI dan OAI-PMH ?

a)      Web site Open Archives Forum (http://www.oaforum.org/)

b)      Web site BOAI (http://www.soros.org/openaccess/)

c)       Web site of Open Archives Initiative (http://www.openarchives.org/)

1. OAI Untuk Pemula  : Gambaran

1.1     Bagaimana Menggunakan Tutorial Ini

1.2     Konsep dasar dan fitur OAI

1.3     Tujuh definisi kunci

1.4     Sumber informasi lebih lanjut

1.5     Pertanyaan

1.1 Bagaimana Menggunakan Tutorial Ini

Tutorial ini ditujukan bagi mereka yang tertarik dengan aspek teknis OAI-PMH lebih mendalam. Adapun gambaran, sejarah dan perkembangan OAI-PMH serta glosari, telah mencukupi bagi mereka yang hanya membutuhkan informasi OAI-PMH secara umum. Setiap bagian materi berhubungan dengan bagian sebelumnya, sehingga cara yang baik untuk mempelajarinya adalah dengan berurutan dan sesekali merujuk pada glosari. Sebagai tambahan, pada glosari anda akan menemukan definisi dari istilah-istilah yang terdapat pada tiap bagian materi. Kemudian di setiap akhir bagian akan anda temukan quiz untuk mengetahui sejauh mana anda menguasai materi.

Bab Overview (gambaran) mengenalkan pada anda tentang konsep dasar OAI dan OAI-PMH. Gunakan bagian ini untuk mendapatkan informasi tentang apa itu OAI, serta apa yang disediakan dan tidak disediakan olehnya. Bab Sejarah dan Perkembangan menceritakan tentang munculnya OAI, kemudian bagaimana OAI berkembang dari beberapa ide awal, dan mendiskusikan beberapa problem untuk mencari pemecahannya. Bab ini juga membahas perkembangan protokol (termasuk usul pengembangan, sasaran serta komponen teknis) dari konvensi Santa Fe sejak OAI-PMH v.1.0/1.1, sampai OAI-PMH v.2.0.

Selain kedua bab di atas, tutorial ini berisi materi teknis. Bab Ide Teknis Utama OAI-PMH menjelaskan detail beberapa elemen teknis utama protokol. Bab Implementasi OAI-PMH menjelaskan garis besar implementasi Data Provider dan Data Service, termasuk beberapa langkah yang diperlukan untuk implementasi lokal, beberapa contoh yang tersedia, dan tool yang bisa digunakan untuk implementasi. Bab Skema XML dan Format Rekord memberi gambaran implementasi kumpulan metadata Data Provider, termasuk bahasan XML dan bagaimana XML bisa mendukung berbagai format record.

1.2 Konsep Dasar Dan Fitur OAI

1.2.1 Open Archieve Initiative (OAI)

Inti dari pendekatan Open Archieve adalah untuk memungkinkan akses materi web melalui repositori yang bisa dioperasikan untuk sharing metadata, publikasi dan pengarsipan. Ide awal Open Archive muncul dari komunitas e-print (dokumen pracetak) yang dalam perkembangannya membutuhkan sebuah solusi dengan kendala seminimal mungkin untuk akses antar repositori yang heterogen. Pada awalnya OAI mengembangkan dan mempromosikan framework interoperabilitas yang minim kendala serta standartnya untuk meningkatkan akses ke arsip e-print, tetapi sekarang telah berkembang ke materi digital yang lain. Sebagaimana statemen misi OAI “OAI mengembangkan dan mempromosikan standar interoperbilitas yang bertujuan untuk memfasilitasi penyebaran konten secara efektif”.

Banyak komunitas yang mulai atau berpotensi mendapatkan keuntungan dari pendekatan open archieve. Perkembangan internet dan materi dalam format digital menyebabkan bertambahnya pelanggan informasi dari banyak repositori (layanan data). Materi bisa diakses secara lebih luas serta diekploitasi untuk tujuan yang berbeda dari tujuan aslinya. Terlebih lagi, kemampuan untuk mengakses banyak repositori sekaligus, memungkinkan terbentuknya layanan yang lebih baik sesuai kebutuhan user. Keuntungan lainnya adalah potensi untuk menghemat biaya pada model baru dari proses komunikasi ilmiah yang bisa didukung dengan pendekatan ini.

Sebagai sebuah organisasi, OAI mempunyai eksekutif manajemen, steering dan teknikal komite untuk mengambil kebijakan dan melakukan evaluasi pengembangan protokol OAI. Sebagai penyandang dana OAI adalah Digital Library Federation (DLF), Coalition for Networked Information (CNI) serta National Science Foundation (NSF). Meskipun eksekutif dan penyandang berasal dari USA, tetapi kesuksesan OAI berakar kuat dari komunitas di seluruh dunia yang turut berpartisipasi terutama dari kawasan Eropa dan Amerika Utara. Sekarang, ketika sudah ada protokol versi kedua yang berkembang dengan baik dan stabil, kebutuhan kontrol pada segelintir orang menjadi kurang penting. Hal itu mengingat stabilitas dan otoritas kontrol yang diberikan oleh badan standarisasi seperti ISO, dan ini mungkin telah dibahas di lembaga OAI.

1.2.2 OAI Protocol for Metadata Harvesting (Protokol OAI untuk Mengunduh Metadata)

OAI Protocol for Metadata Harvesting (OAI-PMH) mendefinisikan mekanisme untuk mengambil rekord yang berisi metadata dari repositori. OAI-PMH memberikan teknik yang simpel bagi Data Provider untuk membuat metadata mereka tersedia untuk service dengan menggunakan standart HTTP (Hypertext Transport Protocol) dan XML (eXtensible Markup Language). Metadata yang bisa diambil, bisa dalam berbagai format yang telah disepakati oleh komunitas (atau oleh penyedia data dan service yang berlainan) asalkan memenuhi sarat dublin core yang telah ditentukan untuk menyediakan level dasar interoperbilitas. Dengan begitu, metadata dari berbagai sumber bisa dikumpulkan dalam satu database dan layanan bisa disediakan berdasarkan data yang telah terkumpul jadi satu ini. Link antara metadata ini dan konten terkait tidak didefinisikan oleh protokol OAI. Penting untuk diperhatikan, bahwa OAI-PMH tidak menyediakan pencarian melalui data ini, tetapi OAI membuat data ini bisa dikumpulkan pada satu tempat. Untuk menyediakan layanan, pendekatan harvesting harus dikombinasikan dengan mekanisme yang lain.

Banyak harapan yang timbul dari penggunaan protokol OAI. Dukungan untuk cara baru komunikasi ilmiah adalah salah satu keuntungan yang paling sering dipublikasikan (dengan penggunaan OAI akan lebih mudah sharing hasil penelitian, kajian serta publikasi ilmiah – pen). Mungkin tujuan yang paling mudah dicapai adalah menampakkan sumber daya-sumber daya yang tersembunyi dan interoperablitas yang rendah biaya. Meskipun OAI-PMH secara teknis sangat simpel, tetapi membangun layanan yang koheren (saling berkaitan) sesuai kebutuhan user adalah perkara yang kompleks. OAI-PMH bisa menjadi bagian dari infrastuktur web (digunakan sebagai http protokol) jika kombinasinya yang relatif sederhana dan terbukti sukses pada layanan konteks mengarah pada pemanfaatan secara luas oleh organisasi penelitian, penerbitan dan “memory organization”.

OAI Untuk Pemula

www.oaforum.org

Pre : Tutorial ini saya terjemahkan ala kadarnya dari website oaforum.org. Tujuan awalnya sebagai bahan referensi skripsi saya tapi setelah dipikir2, kenapa gak diupload aja. Kali aja ada yang butuh terutama karena sulitnya menemukan referensi tentang OAI yang berbahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.

By : jonk java

Email : jonkjava@rocketmail.com

Tutorial ini merupakan pengenalan OAI-PMH (Open Archieve Metadata Harvesting). Pada awalnya OAI dikembangkan untuk penyebaran metadata server-server preprint dan e-print, tetapi selanjutnya OAI menjadi sebuah solusi yang dikenal secara luas untuk menghubungkan berbagai repositori elektronik. OAI banyak diterima karena kemudahannya dan biaya yang rendah dalam implementasinya.

Melalui tutorial ini anda akan:

  1. Memperoleh gambaran tentang sejarah OAI dan fitur-fitur intinya.
  2. Mengetahui lebih jauh tentang bagaimana protokol ini bekerja.
  3. Mempelajari pokok persoalan tentang implementasinya.
  4. Mendapatkan poin dan petunjuk awal untuk mengimplementasikannya.

Untuk anda yang membutuhkan sekadar informasi tentang OAI, maka gambaran, sejarah dan perkembangan, serta glosari OAI telah mencukupi tanpa perlu membaca teknik implentasi secara detail.

Pernyataan

Tutorial ini didasarkan pada tutorial yang diberikan pada

  • workshop OAI forum ke-2 yang dipresentasikan oleh Owe Muller dari Universitas Humboldt Berlin dan Andy Powell dari UKOLN Universitas Bath di Lisbon pada Desember 2002
  • workshop OAI forum ke-3 yang dipresentasikan Uwe Muller dari Universitas Humboldt Berlin  dan Pete Cliff dari UKOLN di Berlin pada Maret 2003.

Kemudian terima kasih kepada Herbert Van de Sompel, Carl Lagoze, Michael Nelson, dan Simeon Warner yang telah membuat slide tutorial pada presentasi tersebut, juga OAI community atas grafis yang mereka buat, serta semua pihak yang telah memberikan kontribusi di sini.

OAI forum dikembangkan selama 2 tahun mulai Oktober 2001 sampai September 2003 sebagai bentuk kerjasama antara Information Societies Technology (IST) Programme dan tim dari European Union’s Fifth Framework Programme dan diatur oleh Information Society Directorate-General of the European Commission.

Daftar Isi

1. OAI Untuk Pemula – Gambaran

  • Bagaimana menggunakan tutorial ini
  • Konsep dan fitur dasar OAI
  • Tujuh definisi kunci
  • Sumber informasi lebih lanjut
  • Kuis

2. Sejarah dan Perkembangan OAI-PMH

  • Akar OAI-PMH
  • Pertemuan Santa Fe
  • Tantangan dan solusi yang diharapkan
  • Munculnya protokol
  • Sejarah versi OAI-PMH
  • Penyebaran flexibel : Pendapat-pendapat tentang kemungkinan OAI disebarkan
  • Ringkasan
  • Tujuh definisi kunci
  • Sumber informasi lebih lanjut

3. Ide Dasar OAI-PMH

  • Open Archieve Initiative (Inisiatif Arsip Terbuka)
  • OAI : Asumsi umum
  • OAI-PMH : gambaran dan model struktur
  • Tujuh definisi kunci
  • Detail protokol
  • Tipe request
  • Contoh 1 : respon ListIdentifier request
  • Contoh 2 : respon GetRecord request
  • Sumber informasi lebih lanjut

4. Penerapan OAI-PMH

  • Umum : pertanyaan pertama
  • Umum : format metadata
  • Umum : aturan
  • Umum : struktur organisasi
  • Umum : tool untuk penerapan OAI-PMH
  • Penyedia data : prasarat
  • Penyedia data : komponen dan rancangan
  • Penyedia data : contoh diagram alir
  • Penyedia data : penerusan token
  • Penyedia data : penerusan token dan perubahan database
  • Penyedia data : representasi data
  • Penyedia data : kompresi
  • Penyedia data : uji coba
  • Penyedia data : registrasi
  • Penyedia layanan : prasarat
  • Penyedia layanan : komponen dan rancangan
  • Penyedia layanan : penerusan token
  • Penyedia layanan : uji coba dan registrasi
  • Tujuh definisi kunci
  • Sumber informasi lebih lanjut

5. Skema dan dukungan XML untuk berbagai format record pada OAI-PMH

  • Skema XML dasar untuk OAI-PMH
  • Lebih jauh mengenai oai_dc, skema XML yang digunakan untuk OAI-PMH
  • Skema metadata lain yang bisa digunakan
  • Menambahkan elemen baru ketika oai_dc tidak mencukupi
  • Jika ingin menggunakan format metadata lain
  • Menerapkan format yang sudah ada
  • Ringkasan
  • Tujuh definisi kunci
  • Sumber informasi lebih lanjut

6. Glosari

  • Penggunaan yang diperbolehkan
  • Aggregator
  • Arsip
  • Conformant
  • Penampung
  • Penyedia Data
  • Representasi Data
  • DC (Dublin Core)
  • DCMI (Dublin Core Metadata Initiative)
  • DCMES (Dublin Core Metadata Element Set)
  • Document-like object
  • DTD (Document Type Definition)
  • E-print
  • Flow control
  • Harvester (mesin penuai)
  • Harvesting
  • Identifier
  • Item
  • Interoperabilitas
  • Metadata
  • OAI (Open Archives Initiative)
  • OAI-PMH (OAI Protocol for Metadata Harvesting)
  • Protocol
  • PURL
  • Record
  • Repository
  • Resource
  • Service Provider
  • Set
  • URI
  • Value-added service
  • XML (Extensible Markup Language)
  • XML namespace
  • XML schemas

Web service adalah sistem yang dirancang untuk dapat mendukung interaksi komunikasi antar mesin-mesin pada suatu jaringan (w3c.org)

>> krisosa.wordpress.com

Terkait dengan projek yang sedang saya kerjakan mengenai perpustakaan digital, web service bisa digunakan untuk sharing koleksi antar perpustakaan. Gambarannya dengan penerapan web service pada perpustakaan digital tersebut user bisa melakukan pencarian katalog dari satu perpustakaan digital tetapi menemukan hasil dari berbagai perpustakaan digital lain yang telah saling terkoneksi dengan perpustakaan digital tersebut.

Lebih jelasnya seperti ini, misal perpustakaan digital (selanjutnya disingkat digilib) A tidak memiliki koleksi buku tentang mikrotik. Ketika user digilib A melakukan pencarian terkait mikrotik, tentu saja tidak ada data yang didapatkan. Tetapi setelah digilib A menerapkan web service dan membuat interkoneksi dengan digilib B, user tadi akan mendapatkan data tentang mikrotik pada digilib B meskipun pencarian dilakukan dari digilib A.

Ini masih pemahaman awal, kalau ada yang mau menambahkan silakan ..

Alo coey, masih exist d wordpress..?

Ni satu lagi blogku di blogspot www.mahjonkisme.blogspot.com

Alasan kenapa bikin blog lagi, karena wordpress tidak mendukung layanan javascript/html yang merupakan tool paling sering digunakan buat yang mau cari tambahan duit dari internet. Jadi intinya, karena lagi rajin-rajinnya cari duit di internet aku harus bikin blog yang support javascript/html dan ketemulah blogspot.

Kunjungi ya..!!

Pada posting sebelumnya aku sedikit menyinggung tentang OnTrack Easy Recovery, tool ampuh buat recover-repair dll. Nih reviewnya On-Track Easy Recovery

Kalo softwarenya cari di GuGeL aja.

Trik ini aku dapatkan kemarin malam dari situsnya W. William Wong. Sudah aku coba, sangat mudah dan 100% berhasil.

Nih caranya:

Start >> Run…>> regedit
Buka HKEY_CURRENT_USER >> Software >> yahoo >> pager >> test
Pada sebelah kanan, klik kanan >> New >> DWORD value
Beri nama Plural tekan enter 2 kali dan berikan nilai 1 (more…)

Selama beberapa hari ini aku disibukkan oleh yang namanya partisi. Satu kegagalan uji coba membawaku ke percobaan-percobaan yang lain. Semua tentang partisi, dan ini reviewnya.

Pertama aku mencoba windows 7. Nah pada windows 7 kita bisa melakukan partitsi tanpa bantuan software lain. Cukup dengan disk management sebagaimana di vista. Karena belum terlalu familiar dengan windows 7 aku bermaksud menginstall dual booting jadi aku bikin satu partisi lagi. Enaknya kalo pakai disk managementnya windows 7 kita bisa merubah drive letter (C,D,E dll) (more…)

Next Page »